5 MASALAH BESAR PENDIDIKAN DI INDONESIA

Mei 2, 2008

Hari ini adalah hari pendidikan nasional, ada  masalah besar yang dihadapi dunia pendidikan di Indonesia.  5 masalah besar ini penulis urutakan berdasarkan dampaknya yang sangat dirasakan oleh masyarakat

Baca entri selengkapnya »


Betulkah HaDe pemenang Pilgub Jabar?

April 25, 2008

Hasil Pemilu Jabar:
Jumlah Pemilih: 27.933.259
Yang Golput : 9.130.604 (32,69%)
Yang memilih HaDe (PKS-PAN): 7.287.647 (26.09%)
Yang memilih AmaN (PDIP-PKB,PPP…): 6.217.557 (22,26%)
Yang memilih DaI (Golkar-PD): 4.490.901 (16,08%)
Suara tidak sah: 806.560 (2,89%)

Dari perolehan diatas, tampak bahwa pemenang PILGUB JABAR adalah Golput, hasil ini sama dengan PILGUB DKI kemarin, pemenangnya adalah Golput. Mengapa Golput jadi pemenang?

Dalam sebuah obrolan dengan rekan-rekan dari kalangan intelek, mereka mengatakan bahwa sekarang ini masa yang sulit, setiap orang yang menjabat baik itu legislatif atau ekskutif, tidak pernah memperhatikan rakyat…mereka hanya perduli pada jabatannya dan partainya…bahkan rela menginjak rakyat demi kepentingan partai dan jabatannya. Jadi mereka Golput karena mereka menyadari bahwa suara mereka hanya dijadikan alat oleh partai atau para balon untuk meraih kekuasaan.

Saya pun mendengarkan curhat seorang teman, kader sebuah partai, yang dia menyusuri pelosok-pelosok pedesaan di Bogor ketika PILGUB kemarin. Mereka bertanya pada para petani (maksudnya berkampanye juga, sambil menyerahkan santunan sembako). Ternyata komentar para petani itu melukai hatinya, karena para petani di pinggiran kota Bogor itu bertekad GOLPUT dengan alasan: tak ada pigur balon dan partai yang mau memperhatikan nasib rakyat kecil…mereka hanya mengumbar janji tanpa bukti… kami sudah bosan dengan janji-janji, dengan atau tanpa pemimpin hidup kita tetap melarat.

Dalam sebuah majelis ta’lim yang saya hadiri, di sebuah desa pigiran Kota Bogor, sang Ustadazah ditanya madu’nya tentang calon gubernur mendatang yang harus mereka pilih (ingat zaman golkar, setiap majelis ta’lim dimobilisasi untuk pilih golkar, jadi madu’ ini bertanya, takut salah pilih katanya), maka sang ustadzh menjawab, “ya…pada saat sekarang mah, milih yang mana saja sama, saja. Tak akan mengubah banyak hal. Jangan berharap jika si Anu terpilih, hidup kita jadi sejahtera. Jika ingin sejahtera semua kita harus mau diatur oleh syariat Islam”

Tampaknya kalangan ulama dan pemuka agama pun jadi sepakat bahwa politik sekarang hanya berputar disekitar kursi dan kursi….(konflik internal partai PKB pun menjadi contohnya), sehingga tak ada upaya mobilisasi lagi dari para pemuka agama, para pemuka agama pada saat sekarang cenderung memberikan gambaran, hanya syariat islam lah yang akan mengeluarkan kita dari krisis, dan membawa kesejahteraan.

Jadi GOLPUT di PILGUB JABAR, adalah gambaran:
1. Rakyat yang mulai berpikir cerdas
2. Para pemuka agama yang kini tidak memihak salah satu partai pun dan tidak pula memobilisasi, kecuali mobilisasi syariat islam.
3. Meningkatnya angka Golput mengindikasikan ketidakpercayaan masyarakat terhadap sistem yang telah dan sedang dibangun oleh para legislatif yang merupakan para wakil dari PKS, PAN, GOLKAR, PDIP, PKB, PPP, PBB, dan partai kecil lainya.
4. Meningkatnya GOLPUT menunjukan ketidak butuhan rakyat akan lembaga eksekutif yang senantiasa menampakkan jiwa rakus, korup, dan menjual negara ini pada asing, sehingga rakyat menjadi melarat.

so…..itulah wajah negaraku yang sedang berdemokrasi!


10 PEKERJAAN YANG DIINGINKAN WANITA

April 22, 2008

trofiles 10 tadi malam, menyajikan 10 pekerjaan yang diinginkan wanita yang diurutkan dari no 1 sampai 10, berdasarkan telepotting metro TV.  Ke sepuluh urautan tersebut adalah:

1. Wiraswasta

2. Guru

3. Dokter

4. Sekretaris

5. Ibu rumah tangga

6. Pramugari

7. Pegawai Negeri Sipil

8. Desainer

9. Entertaiment/artis

10. Jurnalis

Yang perlu mendapat sorotan adalah urutan nomor satu dan lima.  Nomor lima pada awalnya adalah posisi yang mendapat cibiran dari banyak para feminis.  Para feminis menganggap posisi ibu rumah tangga sebagai unproductive woman.  is that true? Let’s see:

“Siapapun mengenal Jepang dan budaya masyarakat Jepang yang rajin dan ulet.  Pertanyaannya darimana watak tersebut tercipta? ternyata dari ibunya.   Bahkan  Tony Dickensheets dari Charlotteville, Virginia berdasarkan pengamatannya menyimpulkan unsur kunci dari economic miracle Negeri Sakura ini adalah peran kyoiku mama atau education mama.  Dalam kyoiku mama, ketika para suami bekerja, para isteri bertanggung jawab atas pendidikan anak-anak.  Ibu lah yang kemudian bertanggung jawab menghantarkan anak-anaknya memasuki sekolah-sekolah bermutu.  Orang Jepang pun sangat percaya, seorang ibu seharusnya berpendidikan baik dan berpengetahuan cukup untuk bisa memenuhi tugasnya mendidik anak-anaknya”

Fenomena menarik kedua dari metro10 tersebut adalah  wiraswasta sebagai pekerjaan yang diminati.  Jika laki-laki menginginkan wiraswata dalam bentuk perusahaan, maka para perempuan menginginkan wiraswasta dalam bentuk home industri, tujuannya agar mereka dekat dengan rumah dan anak-anak.  Ini berarti ibu berada di rumah, saat anak-anaknya pulang sekolah, dan ibu pun masih punya kesempatan membantu menyelesaikan dan menguasi PR dan atau menemani mengikuti pelajaran privat demi penyempurnaan pendidikannya.

HASIL SURVEI INI JUGA MENUNJUKKAN BAHWA GAUNG FEMINISME YANG BERMAKSUD MENARIK IBU DARI KEHIDUPAN RUMAH TANGGANYA DAN IBU DARI ANAK-ANAKNYA, SUDAH TIDAK DIMINATI LAKI OLEH PEREMPUAN INDONESIA.  Pada akhirnya aktifis feminisme (atau lebih populer dengan aktifis perempuan) harus mengakui bahwa, “apapun yang dipilih perempuan adalah baik asal pilihan itu lahir dari hatinya bukan paksaan”.  So…saya menghimbau marilah kita gunakan hati kita untuk memilih menjadi IBU YANG ARIF…karena ketahanan keluarga bermula dari ibu, dan ketahanan negara pun bermula dari wanita.  SELAMAT HARI KARTINI DAN SELAMAT KEMBALI PADA FITRAH WANITA SEBAGAI UMMU WA ROBATUL BAIT (IBU DAN MANAJER RUMAH TANGGA)


KONDOMISASI ALA JULIA PEREZ

April 20, 2008

“KONDOM DI KASET DAN CD (COMPACT DISK) JULIA PEREZ” membuat Mutia Hatta gerah…bagaimana tidak, judul albumnya “menjurus”, dengan syair sedikit ngeres, membuat Bu Menteri dan mungkin juga semua orang awam berpresepsi bahwa album ini mempunyai misi “AYO BERGAUL SECARA BEBAS!”. Tetapi dengan santai Julia membantah bahwa kondomisasi di albumnya adalah bentuk keperdulian UNTUK MENCEGAH penyakit AIDS yang semakin meningkat, dan juga menyukseskan program KB pemerintah.
BETULKAH KONDOMISASI BISA MENCEGAH ORANG TERTULAR AIDS? Baca entri selengkapnya »


Kabar Gembira dari MI Giriloyo

April 20, 2008

Pagi ini saya membaca sms dari sahabat saya di MI Giriloyo, sebuah kabar gembira, karena televisi nasional yaitu trans tv dan metro, juga jakarta post meliput mi giriloyo yang berbasis seni batik.   Bahagia rasanya…perjuangan untuk memperkenalkan madrasah dengan keunggulannya ini membuahkan hasil.  Tidak hanya kota jogja yang mengetahui MI Giriloyo berbasis seni batik, lewat pemberitaan koran setempat Kedaulatan Rakyat 19/9/2007 yang kemudian dirilis lagi oleh www.bapeda.pemda-diy.go.id , tetapi secara nasional bahkan mancanegara akan tahu bahwa di Giriloyo ada madrasah yang bertekad menjaga kelestarian warisan luhurnya, bahkan mencanangkan diri sebagai sekolah berbasis seni batik.

Sejak pertama menggulirkan MI GIRILOYO BERBASIS SENI BATIK, saya sangat yakin hal ini akan menjadi lirikan semua pihak.  Oleh karena itu saya pribadi mensuport habis agar program ini berjalan.  Dua kali workshop untuk penguatan basis seni batik…membuat semua komponen (kepala sekolah, guru, dan komite madrasah) mi giriloyo mantap untuk berjalan dengan konsep sekolah yang menjunjung kearifan lokalnya yaitu SENI BATIK.  Buat MI Giriloyo…terus berjuang dan pertahankan prestasinya!Buat Susan…tetap semangat, sometimes we feel tired and boring…but keep fighting…kebahagiaan akan merona manakala titik-titik keberhasilan mulai tampak.