Pengumpan:
Tulisan
Komentar

Abstrak

Proses belajar mengajar adalah sebuah fenomena wacana.   Proses belajar mengajar  menjadi utuh apabila melibatkan pengajar, pembelajar, dan materi subyek.  Penilaian proses belajar mengajar dengan pendekatan Pedagogi Materi Subyek (PMS) akan mampu mengungkap kualitas proses belajar mengajar secara totalitas.  Kualitas proses belajar mengajar terlihat dari logika internal yang terjadi antara pengajar, pembelajar, dan materi subyek, yang ketiga melakukan interaksi dalam membangun pengetahuan.  Analisis wacana adalah instrumen yang digunakan dalam menilai kualitas proses belajar mengajar.  Analisis wacana dilakukan dengan cara pembuatan teks dasar, penurunan proposisi, pembuatan struktur makro teks, dan pembuatan struktur global.

Kata kunci: totalitas, logika internal, PMS, analisis wacana

Makalah disajikan pada Seminar Nasional Pendidikan IPA, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, 23 Juli 2011.  Makalah Lengkap Silahkan Unduh disini!   Makalah Lengkap Penilian PBM Melalui PMS

From the bottom of my heart, i have to say, “I am proud of you, Guys”.

Honestly, your creation  make me proud.  Here, i listed who already had done, and all of u can see their creation. Update,  on January 14 2012  at 08:30 AM


Sesi ke 2:  14 Januari – 21 Januari 2012, Update 22 Januari 2012 5:30 pm

Kelas 3A

Kelas 3B

Note: yang berhuruf  merah, yang sudah mengirimkan tetapi masih punya masalah.  Yang tidak berhuruf merah tandanya “COMPLETED”.  Mohon yang belum menginfokan alamat blog, mohon segera infokan ya!

Harus diakui, bahwa point terbesar untuk kreatifitas, konten dan layout, berdasarkan file2 yang yg sdh terkumpul, diberikan pada:

  1. Alvian Yadi Saputra
  2. Bayu Purnomo
  3. Aida Fitriyah
  4. Tio Lutfi

SELAMAT, Ya buat Kalian Berempat.  Buat semua mahasiswa tersayang,  kerja keras kalian akan bermanfaat kini dan masa depan.  All of you are the best!

UJIAN AKHIR SEMESTER

MATA KULIAH: MEDIA DAN TEKNOLOGI PEMBELAJARAN BIOLOGI

SIFAT : PROYEK

PETUNJUK

Mahasiswa secara “individu” ditugaskan membuat bahan ajar dalam bentuk MULTIMEDIA INTERAKTIF  menggunakan powerpoint atau macromedia.   Multimedia interaktif yang dibuat, didasarkan pada proyek sebelumnya yaitu (Pembuatan Buku).  Jika ada membuat dalam bentuk power point, anda dapat menyimpan dalam format pptx atau ppsx.  Nama file powerpint anda harus mengikuti aturan berikut:  [No absen dalam dua digit].[Nama Anda]   contoh   01.YantiHerlanti.pptx

Multimedia interaktif yang dibuat, harus anda unggah pada blog pribadi anda.  Anda harus mengisi kolom komentar pada halaman artikel ini untuk memberitahukan alamat blog pribadi anda.

Dibawah ini saya sediakan kolom penilaian, sehingga anda dapat menilai diri anda sendiri, dengan proyek yang anda hasilkan akan memperoleh nilai berapa.

No Kriteia

Skor

100-90

89-80

79-70

69-60

1. Ketepatan waktu kumpul Uploading di Blog dilakukan pada rentang 22 Des – 13 Januari Uploading di blog dilakukan pada rentang 14– 21 januari Uploading di blog dilakukan pada 22 – 24 januari Uploading di blog dilakukan pada > 25 Januari
2. Kreatifitas Menampil ide orsinil dalam konten dan layout yang menarik Menampilkan ide modifikasi dari yang ada dan layout menarik Menampilkan ideadaptasi dari yang ada dan layout menarik Menampilkan ideadaptasi dari yang ada dan layout tdk menarik
3. Konten Konten sesuai dengan siswa SMA dan memudahkan siswa memahami materi yang ditampilkan dalam multimedia, dan memperlihatkan rancah (scaffolding) yang berurutan dalam menuntuk siswa memahami materi Konten sesuai dengan siswa SMA dan memudahkan siswa memahami materi yang ditampilkan dalam multimedia, walaupun scaffolding yang diberikan belum jelas Konten sesuai dengan siswa SMA tetapi kurang memudahkan siswa memahami materi yang ditampilkan dalam multimedia Konten belum sesuai dengan siswa SMA tetapi kurang memudahkan siswa memahami materi yang ditampilkan dalam multimedia
4. Layout Menunjukkan kompleksitas penggunaan berbagai aspek multimedia (Video, gambar, suara, hyperlink, animasi) dengan bahan media orsinil karya sendiri Menunjukan kompleksitas penggunaan berbagai aspek multimedia (Video, gambar, suara, hyperlink, animasi)  dengan bahan media dari sumber adaptasi karya orang lain Menunjukan 3 -4 dari 5 penggunaan aspek multimedia (Video,/gambar, suara/hyperlink, animasi) Menunjukan 1-2 dari 5 penggunaan aspek multimedia (Video,/gambar, suara/hyperlink, animasi)

Rubrik penilaian secara lengkap dapat anda download disini: RUBRIK PENILAIAN MEDIA DAN PEMBELAJARAN

Semangat  dan  persembahan  karya terbaik anda!

Love,

Yanti Herlanti

UTS PEMBELAJARAN TEMATIK 2011

UJIAN TENGAH SEMESTER PEMBELAJARAN TEMATIK

SIFAT TAKE HOME EXAMINITION

Petunjuk

  1. Soal ini diperuntukan bagi kelas VA/VB/VC PGMI REGULER Tahun Pelajaran 2011
  2. Anda mengerjakan soal-soal dibawah ini dengan mengacu pada berbagai sumber.
  3. Sebutkan sumber2 yang anda acu tersebut pada daftar pustaka
  4. Jawaban dari UTS, dikumpulkan pada hari Jum’at tanggal 25 November 2011, di lantai 6 R. Pendidikan IPA jam 11.00 – 12.00 WIB.
  5. Kerjakan soal-soal ini dengan tulisan tangan (tanpa ditik) di kertas folio.

Soal

  1. Mengapa pembelajaran tematik sangat disarankan digunakan di kelas 1-2? [Kemukakan alasanmu dengan meninjaukan dari berbagai sudut secara holistik, mulai dari filosofi, teori perkembangan anak, praktek dilapangan, dan beberapa keuntungan dari pembelajaran tematik bagi guru dan siswa) [point 15]
  2. Bayangkan anda seorang guru SD kelas 1, lalu pilihlah sebuah tema yang akan anda ajarkan ke anak kelas 1, paparkan secara rinci dalam bentuk cerita bagaimana anda akan mengajarkan tema tersebut.   a)  Sebutkan ciri-ciri/karakteristik pembelajaran tematik!  b) Telitilah paparan anda tersebut!  Apakah paparan anda mengandung ‘beberapa ciri dari pembelajaran tematik? Jelaskan bagian mana sajakah itu! [point 15]
  3. Ada 10 model Kurikulum Terpadu yang dikemukan oleh Forgaty (2002), diantara kesepuluh kurikulum tersebut, manakah yang cocok diterapkan SD/MI? Kemukan alasanmu?  [point 15]
  4.  Perhatikanlah KTSP SD Kelas 2 semester 1 dan 2!  Anda diminta untuk merancang kurikulum terpadu berdasarkan KTSP SD Kelas 2 tersebut!  Buatlah contoh model rancangan dalam bentuk gambar seperti gambaran yang dikemukakan Forgaty (2002)  untuk kurikukulum terpadu sesuai kurikulum kelas 2 SD!  Berikut ini adalah no. absen anda dan Gambar model kurikulum yang harus anda buat sesuaikan dengan tabel di bawah ini!!
No Absen Gambar model kurikulum yang dibuat
Semua no absen mengerjakan Seluler
1,8,15,22,29, 36, 43 Connected
2,9,16,23,30, 37, 44 Nested
3,10,17,24, 31, 38, 45 Sequence
4,11,18,25, 32, 39, Share
5,12,19,26, 33, 40, Webed
6,13,20,27, 34, 41 Threaded
7,14,21,28, 35, 42 Integrated

SELAMAT MENGERJAKAN! 

PAIKEM, merupakan salah satu bentuk sederhana, praktis dan praktik, sebagai ejawantah dari PP Nomor 19/2005 “pembelajaran dilaksanakan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik”.   Pada pelaksanaannya di lapangan tidak mudah melaksanakan PAIKEM ini, beberapa faktor yang menyebabkan PAIKEM menjadi sulit dan rumit untuk dilaksanakan adalah:

1. Miskonsepsi 1: PAIKEM dianggap sebagai lawan dari metode ceramah

Metode ceramah merupakan metode yang paling banyak digunakan guru dalam menyampaikan materi.  Terdapat kesalahan konsepsi, bahwa “metode ceramah merupakan metode yang jelek dan harus dihindari guru dalam pengajarannya di kelas“.  Tentu saja, ini salah besar, karena tanpa ceramah dari pengajar proses pembelajaran tidak akan belajar.  Konsep yang benar bukan menghindari ceramah tetapi bagaimana mengubah praktek dari sekedar transfer pengetahuan menjadi kontruksi pengetahuan, dari “berpusat pada guru menjadi berpusat pada siswa”  dari “guru aktif berbicara menjadi guru sabar menunggu siswa bicara”  dan percaya atau tidak…semua semua praktek itu bisa dilakukan dengan metode ceramah.

2.  Miskonsepsi 2: PAIKEM adalah aktifitas fisik dan motorik

Ada anggapan, makin ribut sebuah kelas menunjukkan aktifitas PAIKEM makin baik.  Tentu saja ini salah besar, karena esensi dari PAIKEM adalah

bagaimana mengaktifkan kognitif/mental siswa untuk berpikir, ketika mereka berpikir/memecahkan masalah, guru menggunakan semua ranah siswa (kognitif, afektif, psikomeotorik) dan melibatkan semua gaya belajar siswa (audio-visual-kinestetik) secara proposional, serta mengkonstruksinya secara sosial“,

jadi aktifitas “berfikir” menjadi pokok dan titik tekan dalam PAIKEM.  PAIKEM juga bukan asal siswa senang [Joyfull], tetapi bagaimana aktifitas berpikir itu diberikan dalam suasana menyenangkan, bebas dari tekanan yang bersifat drilling.

3.  Teknis 1: Kurang contoh dalam pelatihan guru

Banyak pelatih para guru adalah dosen atau widyaswara yang tidak beranjak dari praktis.  Sehingga yang diberikan oleh para pelatih ini bersifat konseptual, teoritis, dan miskin ‘contoh’.  Tidak jarang pelatihan hanya memberikan sederet ‘teori’ saja, dan para peserta pelatihan pun enggan meminta “simulasi” dari para pelatihnya.  Simulasi dalam pelatihan menjadi sangat penting, karena apa yang disimulasikan dapat menjadi ‘role model’ bagi para guru.

4. Teknis 4: Motivasi intern para guru

Motivasi intern menjadi faktor yang paling dominan yang membuat PAIKEM tampak menjadi sulit, rumit, dan imposibble  diterapkan.  Guru harus keluar dari belenggu  ‘takut salah, sehingga takut mencoba’  …  dari jeruji ‘merasa cukup, sehingga enggan berinovasi‘   … dari sel ‘bekerja sebagai guru, sehingga mengajar sekedarnya‘ ……….. guru harus mampu menjadi sosok  ’pemberani dan tidak takut salah, pembelajar sepanjang hayat, dan pemberi inspirasi bagi siswa

5.  …………………. [opini anda???]

Berikut ini adalah bahan pelatihan PAIKEM yang diberikan pada PLPG, bahannya mungkin sama saja dengan bahan2 standar yang biasa diberikan pada pelatihan PAIKEM oleh Kemendiknas dan Kemenag, yang lebih penting sebenarnya adalah “KEBERANIAN MENCOBA TEKNIK2 PAIKEM DI KELAS, DAN JANGAN PERNAH TAKUT SALAH UNTUK IMPROVISASI, TIDAK PERLU TERLALU PERSIS LANGKAH2 PEMBELAJARANNYA, improvisasi diperlukan agar inovatif-nya muncul.  Silahkan unduh bahannya di bawah ini, dan silahkan mencoba:

PAKET PAIKEM BAGI PESERTA PELATIHAN <————– [KLIK JIKA AKAN MENGUNDUHNYA]

Tulisan Sebelumnya »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 41 pengikut lainnya.