Pengumpan:
Tulisan
Komentar

A. Pendahuluan

Kita telah mendiskusikan “Polemik E. sakazakii” sebanyak empat sesi.  Diskusi yang berlansung selama seminggu telah memperkaya wawasan anda.  Tercatat 3.122 komentar dari 38 mahasiswa berpartisipasi secara aktif, setiap orang rata-rata berkomentar sebanyak 82 Sebuah prestasi yang luar biasa….!!! Congrat! Saya bangga pada kalian semua.  Kerja keras anda “membanggakan Kami”.  Dan jangan berkecil hati, walaupun anda belum sempat berkomentar ditiap sesi, saya masih memberi kesempatan pada anda mendulang nilai dan poin, sebagai akhir dari Tugas ini!  Apa tugasnya silahkan baca bagian B dan C!

 

B. Tugas

Kami meminta anda untuk:

  1. Membaca ulang 3.122 komentar yang pernah anda tulis dan juga teman2 anda tulis pada blog ini, tentang polemik mengumumkan susu tercemar E. sakazakii, seluk beluk dan kehidupan (Eksplorasi) E. sakazakii, dan hal yang bisa dilakukan sebagai Calon Guru Sains yang lebih melek sains dibandingkan masyarakat awam kepada masyarakat awam agar tidak ketakutan dengan E. sakazakii (Aksi sosial).
  2. Menuliskan kembali tanggapan anda terhadap “perlu atau tidaknya pemerintah (BPOM/Menkes) dan IPB, mengumumkan 5 merek susu yang tercemar E. sakazakii”
  3. Tanggapan yang anda tuliskan merupakan tanggapan ulang, setelah anda terlibat aktif dalam diskusi melalui facebook.  Pada tanggapan ini anda dapat menuliskan dengan FORMAT ARGUMENASI 1.02, silahkan UNDUH FORMAT INI! format penulisan artikel argumentasi 01 E. sakazakii 2 [tanggapan ulang]
  4. Tanggapan ulang tidak boleh melebihi 2 lembar.
  5. Tanggapan ulang dikirimkan ke email: dikumpulkan paling lambat 1 Juni 24.00 melalui email ke yantiherlanti.uinjkt@gmail.com   dengan  file ditik dalam word, kemudian dikirimkan melalui attachment files/lampiran berkas dengan aturan nama file/berkas sbb:  Argumentasi102-”Nama Anda”.doc  atau  Argumentas102-”Nama Anda”.docx  atau Argumentasi102-”Nama Anda”.rtf

C. Proses

Anda bisa membaca komentar selama diskusi pada grup facebook “Medtek3B”

D.    Evaluasi

Tanggapan ulang anda akan dinilai  dengan skor sebagai berikut:

Skor Penjelasan
5 Wacana mengandung Klaim, data, penjamin dengan pendukungnya, dan kualitas serta pengecualian
4 Wacana mengandung Klaim, data, penjamin dengan pendukungnya, tanpa kualitas serta pengecualian
3 Wacana mengandung Klaim, data, penjamin tanpa pendukung
2 Wacana mengandung Klaim dan data
1 Wacana mengandung Klaim

 

A.  Pendahuluan

Pada bagian terdahulu anda telah menentukan posisi, yaitu PRO IPB = 77%; KONTRA IPB 17%, pendapat lainnya = 6%.

PRO – IPB (IPB tidak perlu mengumumkan hasil penelitian yang terkontaminasi E. sakazakii) Kontra – IPB (IPB perlu mengumumkan hasil penelitian yang terkontaminsai E. sakazakii)  Tidak terlihat jelas pro atau kontra
Nisirina Agustama Anni Mujahidah Nuri Shabaniah
Mukhayyarah Adji Pratama Endah Lestari
Evi Adiyanti Fikri  
Zaviera H Disa  
Meriza D Hilda  
Zahidah Novia  
Ristha    
Anggita    
Hesti    
Siti Farihah    
Lianda    
Faridatul    
Dini    
Muhammad Fuad    
Ali Akbar    
Aziah Rahmi    
Woro Puspito    
Heni Lupita    
Eny Rahayu    
Arifa    
Dewanti    
Murti    
Bayuda    
Abu Hasan    
Rosihan Anwar    
Risti Ayu    
Reni P    

Pada sesi ini, kita akan beradu argumen, dalam hal ini tidak ada yang salah dan benar, yang ada hanya seberapa kuat argumen anda dan seberapa besar argumen anda dapat mempengaruhi orang lain.  Diskusi akan dilakukan empat sesi: 1) polemik yang akan memperlihatkan kekuatan argumentasi masing-masing pihak pro dan kontra, 2) ekplorasi untuk menggali lebih jauh tentang E. sakazakii.  3) Aksi sosial untuk masyarakat, aksi sosial adalah bentuk tanggung jawab anda sebagai pendidik ilmuwan di sekolah kelak dan masyarakat, anda akan diminta solusi dari polemik ini, solusi lebih berorientasi pada sebuah aksi untuk membangun kesadaran calon ilmuwan dan masyarakat. 4)  Sesi akhit, yaitu memberikan kesimpulan.

B.  Tugas

  1. Diskusi berkaitan dengan Pro Konta terhadap keputusan IPB/BPOM/Menkes yang tidak mengumumkan merk-merk susu terkontaminasi E. sakazakii akan dilakukan di grup facebook “Medtek3B”  (pastikan anda tergabung dalam grup facebook ini) yang telah disediakan.
  2. Diskusi terdiri dari 4 sesi, yaitu Sesi 1: Polemik, Sesi 2: Eksplorasi E. sakazakii,  Sesi 3: Aksi sosial, dan sesi 4: Kesimpulan.
  3. Setiap sesi akan dibuka selama 2 hari dengan waktu jeda selama 1 hari.
  • Diskusi sesi 1 berlangsung tanggal 18 Mei pukul  12.00 sampai 20 Mei 2012 pukul 21.00
  • Diskusi sesi 2 tanggal 21 Mei pukul 12.00 sampai 22 Mei pukul 24.00
  • Diskusi sesi 3 tanggal 23 Mei Pukul 12.00 – 25 Mei Pukul 24.00
  • Diskusi sesi 4 tanggal 26 Mei pukul 12.00 sampai 28 Mei pukul 24.00
  1. Pastikan anda mengomentari setiap sesi dari diskusi.
  2. Sebelum anda mengomentari anda harus terlebih dahulu membaca mekanisme moderasi diskusi.
  3. Aturan moderasi diskusi dapat dilihat pada grup FB, setiap orang dapat membubuhkan jempol anda (like it) apabila anda menyetujui aturan tersebut, dan memberi komentar  untuk bagian yang anda tidak setuju apabila anda tidak menyetujuinya.

C.      Proses

Diskusi akan dilaksanakan pada grup FB yaitu Medtek3B mulai tanggal 18 – 26 Mei 2012

D.      Evaluasi (mohon diperhatikan penilainya)

Penilaian pada sesi ini didasarkan pada kuantitas dan kualitas argumen anda ketika memberi komentar.  Setiap komentar akan dinilai dengan nilai sebagai berikut ini penilaiannya:

Skor Penjelasan
0 Tidak memberi komentar
1 Memberi komentar tetapi tidak mengkaitkan dengan pendapat sebelumnya.
2 Memberi komentar dengan merujuk pada pendapat dari komentar sebelumnya, untuk mendukung atau membantah klaim sebelumnya dengan sebuah klaim baru.
3 Memberi komentar dengan merujuk pada pendapat dari komentar sebelumnya,  untuk mendukung atau membantah klaim sebelumnya dengan sebuah klaim baru yang dilengkapi dengan bukti (Data/Evidence)
4 Memberi komentar dengan merujuk pada pendapat dari komentar sebelumnya,  untuk mendukung atau membantah klaim sebelumnya dengan sebuah klaim baru yang dilengkapi dengan bukti (Data/Evidence) dan alasan (jaminan/reasoning)
5 Memberi komentar dengan merujuk pada pendapat dari komentar sebelumnya,  untuk mendukung atau membantah klaim sebelumnya dengan sebuah klaim baru yang dilengkapi dengan bukti (Data/Evidence) dan alasan (jaminan/reasoning) disertai penyataan yang tegas/kuat memperlihatkan kualitas/pengecualiannya.

 

Sampai tanggal 11-5-2012, telah mengisi polling 38 orang, ada 12 orang kontra dan 26 orang pro IPB .  Tetapkan posisi seperti itu ya!   Ingat, dalam diskusi ini pihak PRO dan KONTRA mempunyai kesempatan yang sama meraih point tinggi, karena nilai anda semata-mata ditentukan oleh KEKUATAN ARGUMEN anda.  Argumen yang kuat adalah  ”KLAIM yang didasarkan pada DATA/FAKTA EMPIRIS (data/fakta yang benar-benar terjadi),  yang didukung dengan ALASAN yang logis dan rasional  yang alasan tersebut menjadi JAMINAN kekuatan KLAIM”.  Untuk selanjutnya silahkan anda baca tahapan-tahapan di bawah ini!!! SELAMAT BEKERJA, and always do the best, Guys!!!!

A. Pendahuluan

Nama E. sakazakii tiba-tiba populer.  Ini diawali dari penelitian yang dilakukan di IPB oleh dosen Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Dr. Sri Estuningsih.  Penelitiannya sendiri dimulai pada tahun 2003 dengan menggunakan 22 sample produk susu formula dan 15 sampel makanan bayi  yang beredar di masyarakat. Hasilnya menunjukkan bahwa, 22,73% susu formula dan 40% makanan bayi terkontaminasi bakteri E. sakazakii (baca selengkapnya di http://medicastore.com/e_sakazakii/index.htm).

Kehebohah E. sakazakii terjadi ketika,  hasil penelitian ini  dipaparkan pada Seminar Hasil Penelitian IPB tahun 2007 dan diunggah untuk dipublikasikan secara luas melalui website IPB pada tahun 2008.  Pada sisi lain seorang warga negara (David ML Tobing)  yang mewakili masyarakat merasa menjadi korban dan melakukan tuntutan, pada tanggal 20 Agustus 2008, Pengadilan Negeri Jakarta Pusat mengabulkan gugatan David. IPB, dan BPOM harus mengumumkan merk susu formula terkontaminasi  E. sakazakii (baca selengkapnya http://www.tempo.co/read/news/2012/02/09/063382968/IPB-Harus-Umumkan-Penelitian-Susu-Berbakteri).

Polemik mulai terjadi, karena IPB menolak mengumumkan merk-merk susu formula terkontaminasi E. sakazakii dengan alasan tertentu, baca selengkapnya di http://www.pikiran-rakyat.com/node/134865

 

B. Tugas

Kita akan mendiskusikan tentang polemik E.sakazakii: “Apakah IPB/BPOM/Menkes harus mengumumkan merk susu/makanan bayi yang terkontaminasi E. sakazakii?  Sebelum mendiskusikan ada beberapa tahap yang anda harus lakukan:

  1. Anda akan terbagi menjadi dua kelompok, yaitu Pro dan kontra terhadap sikap IPB/BPOM/Menkes yang tidak mengumumkan merk-merk susu/makanan bayi terkontaminsai E. sakazakii.  (Walaupun grup kontra sedikit, tetapi menjadi semangat untuk mempersiapkan amunisi argumentasi!).   Ingat, dalam berargumentasi ini, kunci “Seberapa besar orang lain akan terpengaruh dengan argumen anda?”
  2. Untuk memperkaya wawasan anda, anda diharuskan membaca artikel-artikel yang tersaji pada tautan yang ada pada bagian C (proses)
  3. Proses selanjutnya adalah pembuatan artikel/wacana argumentasi yang merupakan tugas individu dengan judul “Polemik E. sakazakii”.    Wacana argumentasi dibuat dalam bentuk artikel maksimal dua lembar A4 ditik dengan spasi 1 ½  dan ukuran font 12. Kriteira penilaian untuk sebuah wacana argumentasi dapat dilihat pada bagian D (Evaluasi).   Pengumpulan wacana argumentasi pada tanggal 17 Mei 2012 melalui  email ke yantiherlanti.uinjkt@gmail.com,  Format untuk penulisan wacana/artikel argumentasi silahkan unduh format penulisan artikel argumentasi 01 E. sakazakii (klik untuk mengunduhnya)    File ditik dalam word, kemudian dikirimkan melalui attachment files/lampiran berkas dengan aturan nama file/berkas sbb:
  • Argumentasi101-”NamaAnda”.doc   atau
  • Argumentas101-”Nama Anda”.docx  atau
  • Argumentasi101-”Nama Anda”.rtf

Diksusi polemik E. sakazakii akan diselenggarakan pada tanggal 18-27 Mei yang akan dibagi menjadi 4 sesi diskusi, harap mengecek grup Medtek 3B  untuk informasi selanjutnya.

C. Proses

Berikut ini adalah tautan yang berisi kumpulan berita polemik E. sakazakii, silahkan buka:

Tautan lain tentang polemic E. sakazakii, silahkan buka:

Memahami E.sakazakii, silahkan buka tautan berikut:

 

D.       Evaluasi

Pada  pelajaran bahasa Indonesia SMA (buka buku Bahasa Indonesia SMA:  http://staff.undip.ac.id/sastra/mujid/files/2010/07/wacana2.pdf), anda mempernah memperoleh pengertian tentang wacana argumentasi.  Wacana  argumentasi ialah karangan yang berisi pendapat,  sikap,  atau penilaian terhadap suatu hal yang disertai dengan alasan, bukti-bukti, dan pernyataan-pernyataan yang logis. Tujuan karangan  argumentasi adalah berusaha meyakinkan pembaca akan kebenaran pendapat pengarang.  Sebuah wacana argumentasi yang baik adalah yang mengandung A-R-E-L, yaitu:

  • Assertion: pernyataan yang tegas/kuat  ——  Kualitas dan pengecualian
  • Reasoning: alasan yang menjelaskan argument   —— PENJAMIN dan Pendunkung
  • Evidence: bukti, fakta   ——- DATA
  • Link back: kesimpulan yang merujuk pada pernyataan utama  —– KLAIM

Contoh sebuah argumentasi yang baik yang mengandung keempat unsur di atas:

Dua belas jam yang lalu, seorang pasien terjatuh dari motor dan mendapatkan benturan keras pada kepala disertai kulit kepala luka mendalam.  Dia pucat, pusing, lesu, dan demam rendah.  Perawatan yang sangat dianjurkan adalah membilas dan menjahit luka menggunakan antibiotic kemudian istirahat total di tempat tidur.   Pengalaman klinik menunjukkan tanpa perawatan seperti ini, infeksi akan terjadi pada waktu 48 jam.  Penisilin sangat efektif, kecuali pada pasien yang alergi penisilin.

 

  • Data: Kondisi kecelakaan dan gejala pasien merupakan fakta yang diketahui dan teramati.
  • Klaim: Menyarankan perawatan khusus menggunakan antibiotika yaitu penisilin (Kualifikasi: sangat; Pengecualian: terkecuali jika pasien punya alergi penisilin).
  • Penjamin:  prediksi sebab apa yang akan terjadi jika pencegahan infeksi tidak dilakukan (Pendukung: pengalaman).

Jika digambarkan wacana di atas mempunyai skema sebagai berikut:

Artikel/wacana argumentasi yang anda buat secara individu yang dan kirimkan akan dinilai dengan skor sebagai berikut:

Skor Penjelasan
5 Wacana mengandung Klaim, data, penjamin dengan pendukungnya, dan kualitas serta pengecualian
4 Wacana mengandung Klaim, data, penjamin dengan pendukungnya, tanpa kualitas serta pengecualian
3 Wacana mengandung Klaim, data, penjamin tanpa pendukung
2 Wacana mengandung Klaim dan data
1 Wacana mengandung Klaim


 Daftar Artikel argumentasi yang sudah diterima email:

cek 15 Mei 2012, Jam 22.00 WIB

  1. 15/2 – Risti Ayu

Cek 16 Mei 2012, Jam 22.00 WIB

  1. 16/2 – Rosihan Anwar
  2. 16/2 – Disa  F. Arifin
  3. 16/2 – Novia Btari K
  4. 16/2 – Abu Hasan
  5. 16/2 – Hilda
  6. 16/2 – Woro Puspito
  7. 16/2 – Bayuda
  8. 16/2 – Murti M.S
  9. 16/2 – Eni Rahayu

Cek, 17 Mei jam 17.40 WIB

  1. Arifa Nurhudayanti
  2. Dewanti Hasriani
  3. Heni Lupita Sari
  4. Azkia Rahmi
  5. Endah Lestari
  6. Ali Akbar
  7. Muhammad Fuad F
  8. Dini Rismayanti F
  9. Disa Arifin
  10. Nuri Sahbania
  11. Faridatul A
  12. Lianda Dwi A
  13. Siti Farihah
  14. Hesti Octafiana
  15. Rinita A. Putri
  16. Ristha Inggrid M
  17. Zahidah Farhati
  18. Fikri
  19. Zaviera H
  20. Evi Adianti
  21. Nisrina Agustama
  22. Adji Pratama
  23. Mukhayyarah
  24. Anni Mujahidah
  25. Meriza Dwi
  26. Reny P

Berdasarkan yang saya baca dari 35 artikel yang sudah dikirim, maka hasil pendapat dalam artikel dapat dikelompokan menjadi PRO IPB = 77%; KONTRA IPB 17%, lainnya = 6%, selengkapnya lihat tabel berikut:

PRO – IPB (IPB tidak perlu mengumumkan hasil penelitian yang terkontaminasi E. sakazakii) Kontra – IPB (IPB perlu mengumumkan hasil penelitian yang terkontaminsai E. sakazakii)  Belum memperlihatkan posisi yang jelas Pro/Kontra
Nisirina Agustama Anni Mujahidah Nuri Shabaniah
Mukhayyarah Adji Pratama Endah Lestari
Evi Adiyanti Fikri
Zaviera H Disa
Meriza D Hilda
Zahidah Novia
Ristha
Anggita
Hesti
Siti Farihah
Lianda
Faridatul
Dini
Muhammad Fuad
Ali Akbar
Aziah Rahmi
Woro Puspito
Heni Lupita
Eny Rahayu
Arifa
Dewanti
Murti
Bayuda
Abu Hasan
Rosihan Anwar
Risti Ayu
Reni P

Polling ini diperuntukan bagi Mahasiswa Pendidikan Biologi UIN Jakarta, yang sedang mengambil mata kuliah Mikrobiologi pada semester 4,  kelas A tahun akademik 2012.

Sebelum memulai diskusi, silahkan mengisi polling ini, bagi anda yang telah mengisi polling,

  • Anda diminta membuat perencanaan pembelajaran sesuai dengan format dalam buku Shamburg, N. & Magliaro, S.G. 2006.  Intructional Design.  Boston: Pearson Education.  Lihat format dann contoh pembelajaran (h.100 dan 106).  Dengan melampirkan pula penilaian yang akan anda gunakan.
  • Setiap mahasiswa mendapat tugas yang spesifik, (lihat tabel! ) sesuai dengan nomor absen (materi didasarkan pada kurikulum SMA, kode nomor dibelakang konsep adalah standar kompetansi dan kompetensi dasar pada kurikulum Biologi SMA 2006),
  • Dikumpulkan sebelum UTS dimulai, yaitu tanggal 11 Mei 2012
  • Untuk Standar Isi BIOLOGI SMA, dapat ada download di sini http://yherlanti.wordpress.com/download/
  • SELAMAT MENGERJAKAN!
No Absen No absen
  Kelas 10 SMA 17. Sistem pencernaan manusia dan hewan tertentu (3.3)
1. Virus  2.1 18. Pernapasan manusia dan hewan ttt (3.4)
2. Bakteri  2.2 19. Sistem eksresi manusia dan hewan ttt (3.5)
3. Protista  2.3 20. Sistem regulasi pada manusia (3.6)
4. Jamur  2.4 21. Sistem reproduksi (3.7)
5. Kergaman hayati  3.1/3.2 22. Mekanisme pertahan tubuh manusia (3.8)
6. Divisi hewan  3.3 Kelas 12 SMA
7. Divis tumbuhan  3.4 23. Pertumbuhan dan perkembangan manusia (1.1/1.2/1.3)
8. Ekosistem  4.1 24. Enzim (2.1)
9. Pencemaran  4.2 25. Katabolisme dan anabolisme (2.2)
10. 3R  (4.3/4.4) 26. Metabolisme lemak, protein, karbohidrat (2.3)
Kelas 11 SMA 27. Gen, DNA, dan kromosom (3.1)
11. Sel  (1.1/1.2) 28. Sintesis protein (3.2)
12. Transfor membran (1.3) 29. Mitosis dan miosis (3.3)
13. Struktur jaringan tumbuhan  (2.1) 30. Pewarisan sifat (3.4)
14. Struktur jaringan hewan (2.2) 31. Mutasi (3.5)
15. Sistem gerak manusia (3.1) 32. Evolusi (4.1/4.2/4.3)
16. Sistem peredaran darah (3.2) 33. Bioteknologi (5.1/5.2)

Wanita adalah tiang negara.  Tampaknya ungkapan ini sudah jarang terdengar seiring dengan “isu gender”  dan “emansipasi”.   Tampaknya, beribu-ribu kali harus dipikirkan untuk mengungkapkan kata-kata seperti ini, karena dikhawatirkan ungkapan tersebut mengandung bias gender.

Terlepas dari semua isu gender, harus diakui bahwa wanita dan ibu memiliki peran penting, ibu adalah pendidik pertama dan utama.  Mungkin kita bisa sedikit belajar sedikit memahami dan sedikit beribroh pada tradisi  Ibu-ibu jepang dalam mendidik anak.  Berikut ini tulisan Bapak Daoed Joesoep, mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang dimuat di koran Kompas sabtu, 7 Juli 2007.  Cukup jadul korannya, sengaja saya tetap menyimpan tulisan ini, karena tulisan ini bagi saya sangat berharga.   Hal yang beliau tulis adalah:

 

Peran Ibu
Pada tahun 1996, pendidik Amerika dari Charlottesville Virginia, Tony Dickensheets, berkesempatan beberapa bulan menetap di Jepang. Selama itu, beliau berpindah-pindah tinggal di beberapa keluarga karyawan. Berdasarkan pengamatannya, dia berkesimpulan, unsur kunci dari economic miracle Negri Sakura ini ternyata telah diabaikan atau paling sedikit amat dianggap enteng, yaitu peran kyouiku mama atau education mama.
Dengan kata lain, pertumbuhan ekonomi Jepang yang luar biasa sejak tahun 1960, bukanlah hasil kebijaksanaan pemerintah melalui pekerja yang bersedia bekerja 16 jam per hari. Sementara para suami bekerja, para istri bertanggung jawab atas pendidikan anak-anak. Dalam kapasitas sebagai ibu inilah para istri membaktikan hidupnya demi kepastian keturunan mampu memasuki sekolah-sekolah bermutu.
Maka dibalik karyawan Jepang yang beretika kerja terpuji itu ada perempuan umumnya, kyouiku mama atau education mama khususnya. Mereka inilah pilar-pilar kukuh yang menyangga para karyawan itu. Merekalah yang membantu perkembangan ekonomi yang luar biasa dari bangsanya sesudah perang dunia. Kerja dan pengaruh perempuan Jepang dapat dilihat dalam jalannya pendidikan nasional dan stabilitas sosial, yaitu dua hal yang sangat krusial bagi keberhasilan ekonomi sesuatu bangsa.
Jadi, perempuan Jepang ternyata berperan positif dalam membina dan mempertahankan kekukuhan fondasi pendidikan dan sosial yang begitu vital bagi kinerja kebangkitan ekonomi bangsanya.Ketika saya sebagai menteri pendidikan dan kebudayaan diundang untuk meninjau berbagai lembaga pendidikan dasar, menengah dan tinggi negeri ini, saya kagum melihat kebersihan ruang laboratorium di sekolah umum dan bengkel praktik di sekolah kejuruan teknik.
Semua murid membuka sepatu sebelum memasuki ruangan dan menggantikannya dengan sandal jepit yang sudah tersedia di rak dekat pintu, jadi lantai tetap bersih bagai kamar tidur. Ketika saya tanyakan kepada guru yang mengajar di situ bagaimana cara mendisiplinkan murid hingga bisa tertib, dia menjawab, “yang mulia, saya hampir tidak berbuat apa-apa dalam hal ini. Ibu-ibu merekalah yang mengajarkan anak-anak untuk berbuat begitu.”
Saya teringat sebuah kebiasaan di rumah tradisional Jepang, alih-alih menyapu debu di lantai, mereka masuk rumah tanpa bersepatu/bersandal agar debu tidak masuk rumah. Bagi mereka, kebersihan adalah suatu kebajikan.
Di toko buku, saya melihat seorang ibu sedang memilih-milih buku untuk anaknya, seorang murid SD. Ketika saya sapa, dia menyadari saya orang asing, dia tegak kaku dengan senyum malu-malu. Ibunya datan dan mendekati dan menekan kepala anaknya agar membungkuk berkali-kali, sebagaimana layaknya orang Jepang memberi hormat, sambil mengucapkan sesuatu yang lalu ditiru oleh anaknya. Setelah mengetahui saya seorang menteri pendidikan dan kebudayaan, entah atas bisikan siapa, banyak anak menghampiri saya, antri, memberi hormat dengan cara nyaris merukuk, meminta saya menandatangani buku yang baru mereka beli.

Perempuan dan Pendidikan
Lebih daripada di negeri-negeri lain, kelihatannya sistem pendidikan dan kebudayaan Jepang mengandalkan sepenuhnya peran perempuan dalam membesarkan anak. Karena itu dipegang teguh kebijaksanaan ryousai kentro (istri yang baik dan ibu yang arif), yang menetapkan posisi perempuan selaku manager urusan rumah tangga dan perawat anak-anak bangsa. Sejak dulu filosofi ini merupakan bagian dari mindset Jepang dan menjadi kunci pendidikan dari generasi ke generasi. Pada paruh ke dua abad 20 peran kerumahtanggaan perempuan Jepang kian dimantapkan selaku kyouiku mama atau education mama. Menurut Tony Dickensheets hal ini merupaka “a purely Japanese phenomenon”.
Yang memantapkan itu adalah para ibu Jepang sendiri. Mereka menilai diri sendiri dan karena itu, dinilai oleh masyarakat berdasarkan keberhasilan anak-anaknya baik sebagai warga, pemimpin, maupun pekerja. Banyak perempuan Jepang menganggap anak sebagai ikigai mereka, rasionale esensial dari hidup mereka. Setelah menempuh sekolah menengah, kebanyakan perempuan Jepang melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
Jika di Barat ada anggapan perempuan berpendidikan akademis yang melulu tinggal di rumah membesarkan anak sebagai wasting her talent, di Jepang orang percaya, seorang ibu seharusnya berpendidikan baik dan berpengetahuan cukup untuk bisa memenuhi tugasnya sebagai pendidik anak-anaknya. Kalaupun ada ibu yang mencari nafkah, biasanya bekerja part time agar bisa berada di rumah saat anak-anaknya pulang sekolah. Tidak hanya untuk memberi makan, tetapi lebih-lebih membantu mereka menyelesaikan PR atau menemani mengikuti pelajaran privat demi menyempurnakan pendidikannya.

Membantu Ekonomi Bangsa
Perempuan Jepang membantu kemajuan ekonomi bangsa dengan dua cara, yaitu melalui proses akademis dan proses sosialisasi. Bagi orang Jepang, aspek sosialisasi pendidikan sama pentingnya dengan aspek akademis, sebab hal itu membiasakan anak-anak menghayati nilai-nilai yang terus membina konformitas sikap dan perilaku yang menjamin stabilitas sosial.
Mengingat kyouiku mama mampu membina kehidupan keluarga yang relatif stabil, sekolah tidak perlu terlalu berkonsentrasi pada masalah pendisiplinan. Lalu, para guru punya ketenangan dan waktu yang cukup untuk membelajarkan pengetahuan, keterampilan, kesahajaan, pengorbanan, kerja sama, tradisi dan lain-lain atribut dari sistem nilai Jepang.
Menurut Tony Dickensheets, sejak dini pelajar Jepang menghabiskan lebih banyak waktu untuk kegiatan sekolah daripada pelajar-pelajar Amerika. Lama rata-rata tahun sekolah anak Jepang adalah 243 hari, sedangkan anak Amerika 178 hari. Selain menambah kira-kira dua bulan dalam setahun untuk sekolah, sebagian besar waktu libur anak-anak Jepang diisi dengan kegiatan bersama teman sekelas dan guru. Bila pekerja/karyawan berdedikasi pada perusahaan, anak-anak berdedikasi pada sekolah. Mengingat tujuan sekolah meliputi persiapan untuk hidup bekerja, anak didik Jepang bisa disebut pekerja/karyawan yang sedang dalam proses training.
Walaupun pemerintah yang menetapkan tujuan sistem pendidikan Jepang, keberhasilannya ditentukan oleh orang-orang yang merasa terpanggil untuk menangani pendidikan. Jika bukan guru, sebagian terbesar dari mereka ini, paling sedikit tingkat pendidikan dasar, adalah perempuan, ibu-ibu Jepang, kyouiku mama. Mereka inilah yang membentuk masa depan Jepang, melalui jasanya dalam pendidikan anaknya.

Seringkali mahasiswa bingung, apa nama metode pengambilan sampel yang ia lakukan dengan penelitian yang ia lakukan.  Berikut ini saya kutip tulisan dari Tulisan:  Mantra, I.B. & Kasto.  1989.  Penentuan Sampel. Metode Penelitian Survey.  Singarimbun, M. [Editor].  Jakarta: LP3ES.  Sebuah buku cukup lama, yang saya pelajari ketika S1 [dulu], mengambil mata kuliah pilihan di jurusan lain “Penelitian Sosial” di Jurusan Sosek, Fakultas Pertanian. IPB.  Sungguh ga sia-sia milih mata kuliah ini, ditengah-tengah ketergiuran untuk memilih mata kuliah Hortikultura dari jurusan Budidaya Pertanian, pada saat itu.  Walaupun agak membosankan kuliahnya [waktu itu], tapi dengan mengambil mata kuliah ini, wawasan penelitian saya menjadi luas, tidak sekedar paham penelitian laboraturium saja.    Pada bagian akhir tulisan ini, saya akan coba aplikasikan dalam penelitian pendidikan.

Menurut Mantra, I.B. & Kasto (1989: 155), ada dua macam metode pengambilan sampel, yaitu:

1. Pengambilan sampel secara acak (Random), disebut juga random sampling [Inggeris]  atau probability sampling [Amerika].

2. Pengambilan sampel secara tidak acak, yaitu sampel dipilih dengan pertimbangan tertentu, yaitu berdasarkan tujuan penelitian.  Contohnya adalah purposive sampling dan quota sampling.

Lanjut Baca »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 45 pengikut lainnya.