Arsip untuk Mei, 2008|Halaman arsip bulanan
ARTI SENYUMAN SEORANG GURU
Pagi itu Pak Narto dimumetkan dengan masalah keluarganya. Isterinya narah-marah, biasa masalah klasik “kekurangan uang belanja”. Anaknya bertengkar memperebutkan pensil. Walaupun pertengkaran kecil, tetapi memusingkan kepalanya. Pak Narto meninggalkan kesemerawutan dikeluarganya, ia menancap gas menuju tempat mengajar. Perjalanan Pak Narto dipenuhi wajah cemberut dan serius. Otaknya pun berputar-putar memikirkan masalah rumah tangganya. Sampai di gerbang sekolah, tampak anak-anak berseragam merah putih berduyun-duyun memasuki gerbang. Pak Narto memperlambat laju sepeda motornya, dan membuka kaca helmnya. Pak Narto! Seru seorang anak. Assalamualaikum! Sambil tersenyum anak-anak menyapa dan menyalami tangan Pak Narto. Pak Narto menjawab salam dan pada akhirnya harus pula tersenyum. Suatu keajaiban terjadi. Kedumelan hati Pak Narto menjadi hilang dan kemumetan rumah pun terlupakan. Dengan muka berseri, kini Pak Narto memasuki ruang guru dan menyapa, memberi salam, dan tersenyum pada rekan-rekan guru yang terlebih dahulu datang. Ajaibnya, seakan melupakan segala kerumetan di rumah tangganya, Pak Narto pun dengan semangat masuk ke kelas, menyapa, memberi salam, dan tersenyum pada muridnya.
Apa yang dialami Pak Narto mungkin kita alami pula. Sapa, salam, dan senyum adalah perbuatan yang sepele dan sangat kecil. Tetapi perbuatan tersebut mampu menyembuhkan kekesalan, kegundahan, dan bahkan kesedihan. Keajaiban apa yang ada pada sapa, salam, dan senyum?
Manajemen Curiga Dalam Ujian Nasional
0leh: Afrianto Daud, Guru MAN 3 Batusangkar dan alumni Fakultas Pendidikan Monash University Australia
’Manajemen berbasis curiga’ (’suspicious-based management’) sesungguhnya sudah sangat lama dipraktekkan dalam administrasi negeri kita. Beberapa aturan main dalam budaya administrasi kita merefleksikan ’manajemen curiga’ ini. Kewajiban penggunaan cap/stempel pada setiap dokumen resmi di Indonesia adalah salah satu bentuknya. Penggunaan stempel ini tentu dimaksudkan untuk memastikan bahwa sebuah surat/dokumen adalah benar-benar asli. Dengan kata lain, aturan ’wajib stempel’ ini dibikin untuk nengantisipasi kekhawatiran (baca:kecurigaan) pihak terkait agar seseorang tidak dengan mudah membuat surat atau dokumen palsu (walaupun sesungguhnya membuat stempel palsupun di Indonesia bukanlah sesuatu yang sulit).
5 MASALAH BESAR PENDIDIKAN DI INDONESIA
Hari ini adalah hari pendidikan nasional, ada masalah besar yang dihadapi dunia pendidikan di Indonesia. 5 masalah besar ini penulis urutakan berdasarkan dampaknya yang sangat dirasakan oleh masyarakat
Komentar (2)
Komentar (2)
Komentar (9)
