Arsip untuk Mei 20th, 2008|Halaman arsip harian

ARTI SENYUMAN SEORANG GURU

Pagi itu Pak Narto dimumetkan dengan masalah keluarganya. Isterinya narah-marah, biasa masalah klasik “kekurangan uang belanja”. Anaknya bertengkar memperebutkan pensil. Walaupun pertengkaran kecil, tetapi memusingkan kepalanya. Pak Narto meninggalkan kesemerawutan dikeluarganya, ia menancap gas menuju tempat mengajar. Perjalanan Pak Narto dipenuhi wajah cemberut dan serius. Otaknya pun berputar-putar memikirkan masalah rumah tangganya. Sampai di gerbang sekolah, tampak anak-anak berseragam merah putih berduyun-duyun memasuki gerbang. Pak Narto memperlambat laju sepeda motornya, dan membuka kaca helmnya. Pak Narto! Seru seorang anak. Assalamualaikum! Sambil tersenyum anak-anak menyapa dan menyalami tangan Pak Narto. Pak Narto menjawab salam dan pada akhirnya harus pula tersenyum. Suatu keajaiban terjadi. Kedumelan hati Pak Narto menjadi hilang dan kemumetan rumah pun terlupakan. Dengan muka berseri, kini Pak Narto memasuki ruang guru dan menyapa, memberi salam, dan tersenyum pada rekan-rekan guru yang terlebih dahulu datang. Ajaibnya, seakan melupakan segala kerumetan di rumah tangganya, Pak Narto pun dengan semangat masuk ke kelas, menyapa, memberi salam, dan tersenyum pada muridnya.

Apa yang dialami Pak Narto mungkin kita alami pula. Sapa, salam, dan senyum adalah perbuatan yang sepele dan sangat kecil. Tetapi perbuatan tersebut mampu menyembuhkan kekesalan, kegundahan, dan bahkan kesedihan. Keajaiban apa yang ada pada sapa, salam, dan senyum?

Baca selebihnya »