Tadi malam [Senin, 10 Juni 2008] dalam acara Metro10 diungkapkan 10 permasalahan terbesar yang dirasakan oleh masyarakat Indonesia. Ke 10 permasalahan tersebut merupakan hasil survei yang diurut dari yang terkecil ke yang terbesar, urutannya adalah sebagai berikut:
10. Krisis kepemimpinan
9. Kelaparan dan krisis pangan
8. Bencana alam
7. Mahalnya harga pangan
6. Sempitnya lapangan kerja
5. Sistem pendidikan
4. Pengelolaan BBM
3. Kemiskinan
2. Korupsi
1. Ekonomi
Ironis….begitulah julukan untuk bangsa ini. Bangsa yang pernah menjadi macan Asia Tenggara, bahkan diprediksi akan menjadi macan Asia…kini kehilangan taringnya. Bangsa yang kaya sumberdaya alam kini terpuruk menjadi bangsa miskin. Lihatlah ke sepuluh masalah itu bermuara pada SISTEM YANG RAPUH……Ekonomi dan pendidikan kita bertumpu pada paradigma kapitalis-liberalis-sekularis. Sistem ekonomi kapitalis-liberalis-sekularis yang bertumpu pada sektor non riil, inilah yang menyebabkan kelaparan & krisis pangan (9), mahalnya harga pangan (7), amburadulnya pengelolaan BBM (4), kemiskinan (3), korupsi (2), dan kolapsnya ekonomi mikro dan makro (1). Sistem pendidikan yang bertumpu pada kapitalis-materialis-liberalis hanya mampu melahirkan manusia-manusia yang tamak dan oportunis… Sistem pendidikan kita hanya mampu melahirkan manusia penyebab beberapa bencana alam seperti banjir dan longsor (8), melahirkan manusia-manusia koruptor (2). Tengoklah UN…guru, kepala sekolah, dinas pendidikan kota/kabupaten, bahkan kanwil di beberapa propinsi justeru mengintruksikan pada guru untuk mengawal UN demi kredibilitas propinsinya….sehingga dengan entengnya murid akan berkata, “ga usah terlalu giat belajar, nanti juga jawaban kita dibetulin guru kalau salah“. Sistem pendidikan kita lebih mendahulukan nilai dalam bentuk angka (materialis kan?), dari pada etika-sopan santun-akhlak-moral…maka wajar kalau sistem pendidikan kita ahirnya tak mampu melahirkan dan mencetak pemimpin-pemimpin yang menjunjung moralitas….dan terjadilah krisis kepemimpinan (10) seperti sekarang ini. Jadi jika ini masalah sistem…memperbaikinya pun haruslah sistemik, yang semuanya dimulai dengan mengubah frame dan paradigma kita yang kapitalis-liberalis-sekularis.


istilah macan tampaknya harus dibuang, karena macan kalau sdh suka membunuh binatang lain, lalu memakannya lalu ditinggalkan…
yang paling penting, belajar percaya diri sendiri sudah mulai luntur…
jangan pernah mengharapkan sesuatu terhadap orang lain kalo memang kita belum mencoba, karena konci dasar sebuah keteguhan hati ialah yakin dengan kemampuan diri sendiri dan percaya akan takdir tuhan. semangat indonesiaku,,,, ku berjuang untukmu.
nambahin satu lagi bu yanti,
bangga menjadi bangsa yang inferior, karena yang selalu digembar-gemborkan (dengan bangga, ehm…) adalah keterpurukan.
indonesia ku masih indah, rekan-rekan ku masih semangat dan berpotensi (serta berkemampuan) tinggi, kok. termasuk anda. tetap semangat..!
: )
i hope in our country..Everything is gonna be all right”
saya hanya ikut memberi masukan atas sistem pendidikan di indonesia yaitu terapkan kembali mata pelajaran budi pekerti dan jadikan mata pelajaran tersebut sebagai mata pelajaran wajib di setiap wadah pendidikan di indonesia dan satu lagi saya kurang setuju kalau sistem ujian dilarang liat buku karena itu sama saja mengajarkan siswa untuk sekedar menghapal bukan memahami, sehingga siswa hanya disibukan untuk menghapal dan akhirnya peluang siswa untuk berkretifitas sangat sedikit belum lagi ditambah tugas rumah yang semakin banyak alhasil yang ada adalah siswa bisa stress dan malas,… jadi sebaiknya untuk para guru mulailah mengajar anak didiknya dengan metode pengajaran berbasis keterampilan agar skill dapat terbentuk sehingga kita bisa menghadapi pasar bebas dengan keterampilan dan budi pekerti agar kita mampu menyaring kebudayaan yang masuk kedalam negara kita secara baik. trimakasih dan salam sahabatt….
Saya setuju dengan Ibu, ibu bisa melihat keadaan yg sebenarnya, mungkin kita yg hidup berkecukupan merasa tenang dengan keadaan bangsa yg seperti ini, tetapi bagi mereka yg kelaparan dan lemah itu sangat menyedihkan akibat keadaan permasalahan bangsa yang seperti ini,maka dari itu kita jangan menutup nutupi kekurangan bangsa kita, kita harus bahas itu kemudian kita cari solusi yang arif dan bijaksana untuk menyelesaikan 10 permasalahan bangsa kita ini.Thanks.
Wah..Wah..
Indonesia gak sebaik dan gak seburuk penilaian kita yg baca artikel ini aja.
Tapi kalau dari kita mulai berbenah diri dan membenahi orang2 disekitar kita,insya Allah Indonesiaku dan Indonesia kita akan lebih baik.
Hmm..Melihat dari sisi positif pasti lebih baik.
lihat aja masalah-masalah kerakyatan seperti didiamkam oleh pemerintah, mereka lbh suka diskusi – diskusi politik hingga lupa rakyatnya… contohnya mereka ribut soal study banding ke laur negeri dari pada ke lapangan melihat harga-harga sembako makin mahal. dan media juga meninggalkan sorotan jeritan rakyat lbh ke hal-hal up to date
segala sesuatnya pasti ada masalah
tak terkecuali dengan pendidikan, masalahnya adalah bukan apa masalahnya tapi bgaimana kita mengatasinya
kalo hanya janji dan janji, serta berbagai tindakan yg penuh keraguan dan tidak pasti, maka pendidikan bangsa akan sulit untuk maju
maka yang ada hanya sinis belaka, maka untuk itu PR bagi pemerintah adalah mengambil dan melaksanakan tindakan nyata untuk memajukan pendidikan bangsa, mengontrol dengan seksama, tidak hanya menyerahkannya pada daerah, karena masing2 daerah mempunyai kemampuan yang berbeda-beda
begitulah pendapat saya, mengenai selanjutnya, silakan kunjungi blog saya dengan postingan yang berkenaan dengan pendidikan bangsa
harap komen apalagi kita diskusi
http://opinibocah.blogspot.com/
wassalam^^
sistem peraturan pendidikan di indonesia sebenarnya sangatlah bagus dan intelek, namun semua pelaksanaannya yang selalu jadi permasalahan, artinya tidak sesuai yang diterapkan dengan apa yang dilaksanakan…. pendidikan dibuat sebagai proyek yang sehingga berdampak kepada masalah SDM dan ekonomi…
dampak buruknya moral pemimpin akan pengaruh dampak ke bangsa jika pemimpin hanya mementingkan ego dan status kepentingan kelompok maka siap2 negara akan hancur negara akan dikuasai hanya orang2 yang pandai berkata tapi tidak bisa berbuat. apalagi indonesia gampang terombang ambing terhadap isu2 yang ada sehingga gampang untuk ditindas oleh negara yang berkuasa.
Indonesia memang memiliki banyak masalah, namun hal yang paling kecil yang harus kita lakukan, dari diri kita masing2 adalah dengan tidak menjadi masalah..
saya yakin masih banyak orang indonesia yang optimis dan memiliki keinginan untuk membawa indonesia yang lebih baik.. ^_^
semangat pemuda pemudi indonesia, gak ada yang tidak mungkin didunia ini,,, hidup sekali hidup lah yang berarti tentunya untuk negara tercinta indonesia,,,
sedih memang bu’ melihat bangsa ini,, kita harus mencari solusi dan bergerak mengentas kemiskinan,, lewat berbagai jalur..
Terima kasih semua komentarnya, setuju, mari kita berkontribusi untuk mewujudkan indonesia yang lebih baik! dengan apa yang kita bisa!
nah kalau sudah jelas dipaparkan seperti diatas, kita jadi tau kondisi negara kita ini seperti apa. jadi sebaiknya sebagai anak bangsa, kita tidak menggembar-nggemborkan keburukan bangsa ini saja tanpa ada solusi. minimal, dari hal-hal kecil yang positif yang bisa kita lakukan, maka lakukanlah itu. karna dengan dimulai dari hal-hal kecil itu akan banyak orang yang terinspirasi dan melakukan hal yang sama seperti kita. bukan hasil yang kita buat kita patokan, tetapi taat terhadap proseslah yang wajib kita jalani.
terimakasih untuk sang penulis!
SEMOGA BERMANFAAT. DAN MAJU INDONESIAKU!
saya sangat setuju dg komentar diatas bahwa indonesia akan hancur bila dikuasai oleh orng2 yg hanya pandai bicara, namun tindakan 0. itu yg telh terjadi sekarang jd untuk memperbaikinya mari kita yg mulai dr hal kecil…
Indonesia negara yang kaya dan besar, tapi mengapa bangsa ini semakin terpuruk ? Adakah orang-orang yang lebih peduli jika bukan generasinya ? Saya setuju dengan comment-comment di atas. Semoga ada solusi bagi bangsa ini agar Indonesia bisa keluar dari berbagai masalah yang sedang dihadapi dan semakin berjaya!
:)
1. Permasalahan terbesar Indonesia itu adalah karena kita belum siap dengan namanya demokrasi. Pada dasarnya karena negara kita menerima demokrasi dipercepat, semua penduduknya belum berpendidikan (hal ini dicerminkan dengan sikap SEMUA rakyat Indonesia yang MANUT), sehingga apa-apa ngikut.
.
Somehow, aku merasa sangat kagum dengan semua rakyat Indonesia yang mau tetap bekerja (MANUT e NEMEN/patuhnya kebangetan) padahal wakil rakyat dan pemimpinnya lucu (I said lucu, karena memang lucu), tanpa ada protes atau perang berdarah
Ketika tidak ada lagi sosok super-tinggi (seperti saat soeharto lengser), indonesia itu seperti anak ayam kehilangan induknya, kacau balau, tercerai-berai, lebih kacau apabila dibandingkan adanya dengan kekuasaan diktaktor (Benar kan? Hayo jujur…)
Menurut saya, Indonesia harus mendapatkan pemimpin dengan kekuasaan tertinggi, tetapi pemimpin tersebut haruslah bijaksana. Sebelum rakyat Indonesia berpendidikan dan siap berdemokrasi.
2. Apabila tidak mau kembali ke diktaktor, tidak apa-apa. Saya tau permasalahan yang benar-benar mengena, yang membuat semua dari kita ini bisa menjelaskan ribuan, ratusan, atau jutaan masalah yang ada.
Kesejahteraan, it’s simple. Rakyat kita kurang sejahtera.
Okay, aku akan menjelaskan dengan kata-kata yang sangat sederhana.
Bayangkan kalau saya ada satu rumah, di dalamnya ada 2 orang tinggal, satu orang bekerja menanam padi, yang satunya kerjanya hanya makan dan tidur.
Semua yang bekerja di Indonesia ini piring nasinya dimakan oleh yang namanya pajak, tetapi apa ada yang dikerjakan oleh pemerintah?
Seandainya semua orang yang namanya PE EN ES itu bekerja (dalam konteks ekonomi, benar-benar memberi nilai tambah, work, do something), kan negara ini efisien?
Mafia narik duit, tapi mereka bekerja melindungi usaha di wilayah kekuasaannya.
Raja narik pajak, karena membiayai pasukan untuk melindungi negaranya.
Negara maju, narik pajak untuk membiayai administrasinya.
Pemerintah kita, kerjanya apa?
Dari hal simple aja, polisi masih memeras gara-gara lampu ga nyala, camat bikin KTP aja, kalau ga pungli diribetin dan dilama-lamain, di pasar, ada yang namanya preman ama jaga malam. Yang namanya jalan, aku percaya di semua propinsi di Indonesia pasti ada bolongnya. So, birokrat kita kerjanya apa?
Melindungi tidak, administrasi tidak, membangun juga tidak.
Apabila mau maju, semua harus bekerja, sungguh-sungguh, terutama pemerintah, mereka HARUS bisa memberikan nilai tambah ekonomi (kasarannya mencari piring nasi sendiri), jangan cuma bisa narik dan makan pajak saja.
Simple aja, kira-kira, kalau semua rakyat di Indonesia termasuk pemerintahnya bekerja menanam beras, kira-kira beras mahal ga?
Apabila pemerintah produktif, bekerja, aku yakin semua harga barang turun, kesejahteraan meningkat, Indonesia bisa makmur.
Semua masalah lain (seperti UMR lah, harga naik lah, subsidi bbm lah) itu hanya permasalahan turunan dari yang namanya produktivitas rakyat yang dimakan pemerintah tanpa mendapatkan imbalan produktivitas pemerintah yang sepadan.
UNTUK MENGANTISIPASI SEMUA PERSOALAN ITU MAKA PEMEINTAH HARUS MENGAMBIL KEBIAKAN : MEMBUKA LAANGAN PEKERAAN AGAR KEMISKINANA DAN PENGANGGURAN DAPAT TERATASI
Untuk negara ku ini sekarang masih mengemis di negara lain …tapi aku yakin suatu saat nanti negara lain yang akan mengemis pada negara indonesia..sebagai rakyat yang baik seharusnya kita tetap meruncingkan taring negara ini dari kebodohan..trimakasih dan salam untuk semua saudara indonesia -ku