Manajemen Curiga Dalam Ujian Nasional
Mei 15, 2008
0leh: Afrianto Daud, Guru MAN 3 Batusangkar dan alumni Fakultas Pendidikan Monash University Australia
’Manajemen berbasis curiga’ (’suspicious-based management’) sesungguhnya sudah sangat lama dipraktekkan dalam administrasi negeri kita. Beberapa aturan main dalam budaya administrasi kita merefleksikan ’manajemen curiga’ ini. Kewajiban penggunaan cap/stempel pada setiap dokumen resmi di Indonesia adalah salah satu bentuknya. Penggunaan stempel ini tentu dimaksudkan untuk memastikan bahwa sebuah surat/dokumen adalah benar-benar asli. Dengan kata lain, aturan ’wajib stempel’ ini dibikin untuk nengantisipasi kekhawatiran (baca:kecurigaan) pihak terkait agar seseorang tidak dengan mudah membuat surat atau dokumen palsu (walaupun sesungguhnya membuat stempel palsupun di Indonesia bukanlah sesuatu yang sulit).
5 MASALAH BESAR PENDIDIKAN DI INDONESIA
Mei 2, 2008
Hari ini adalah hari pendidikan nasional, ada masalah besar yang dihadapi dunia pendidikan di Indonesia. 5 masalah besar ini penulis urutakan berdasarkan dampaknya yang sangat dirasakan oleh masyarakat
Betulkah HaDe pemenang Pilgub Jabar?
April 25, 2008
Hasil Pemilu Jabar:
Jumlah Pemilih: 27.933.259
Yang Golput : 9.130.604 (32,69%)
Yang memilih HaDe (PKS-PAN): 7.287.647 (26.09%)
Yang memilih AmaN (PDIP-PKB,PPP…): 6.217.557 (22,26%)
Yang memilih DaI (Golkar-PD): 4.490.901 (16,08%)
Suara tidak sah: 806.560 (2,89%)
Dari perolehan diatas, tampak bahwa pemenang PILGUB JABAR adalah Golput, hasil ini sama dengan PILGUB DKI kemarin, pemenangnya adalah Golput. Mengapa Golput jadi pemenang?
Dalam sebuah obrolan dengan rekan-rekan dari kalangan intelek, mereka mengatakan bahwa sekarang ini masa yang sulit, setiap orang yang menjabat baik itu legislatif atau ekskutif, tidak pernah memperhatikan rakyat…mereka hanya perduli pada jabatannya dan partainya…bahkan rela menginjak rakyat demi kepentingan partai dan jabatannya. Jadi mereka Golput karena mereka menyadari bahwa suara mereka hanya dijadikan alat oleh partai atau para balon untuk meraih kekuasaan.
Saya pun mendengarkan curhat seorang teman, kader sebuah partai, yang dia menyusuri pelosok-pelosok pedesaan di Bogor ketika PILGUB kemarin. Mereka bertanya pada para petani (maksudnya berkampanye juga, sambil menyerahkan santunan sembako). Ternyata komentar para petani itu melukai hatinya, karena para petani di pinggiran kota Bogor itu bertekad GOLPUT dengan alasan: tak ada pigur balon dan partai yang mau memperhatikan nasib rakyat kecil…mereka hanya mengumbar janji tanpa bukti… kami sudah bosan dengan janji-janji, dengan atau tanpa pemimpin hidup kita tetap melarat.
Dalam sebuah majelis ta’lim yang saya hadiri, di sebuah desa pigiran Kota Bogor, sang Ustadazah ditanya madu’nya tentang calon gubernur mendatang yang harus mereka pilih (ingat zaman golkar, setiap majelis ta’lim dimobilisasi untuk pilih golkar, jadi madu’ ini bertanya, takut salah pilih katanya), maka sang ustadzh menjawab, “ya…pada saat sekarang mah, milih yang mana saja sama, saja. Tak akan mengubah banyak hal. Jangan berharap jika si Anu terpilih, hidup kita jadi sejahtera. Jika ingin sejahtera semua kita harus mau diatur oleh syariat Islam”
Tampaknya kalangan ulama dan pemuka agama pun jadi sepakat bahwa politik sekarang hanya berputar disekitar kursi dan kursi….(konflik internal partai PKB pun menjadi contohnya), sehingga tak ada upaya mobilisasi lagi dari para pemuka agama, para pemuka agama pada saat sekarang cenderung memberikan gambaran, hanya syariat islam lah yang akan mengeluarkan kita dari krisis, dan membawa kesejahteraan.
Jadi GOLPUT di PILGUB JABAR, adalah gambaran:
1. Rakyat yang mulai berpikir cerdas
2. Para pemuka agama yang kini tidak memihak salah satu partai pun dan tidak pula memobilisasi, kecuali mobilisasi syariat islam.
3. Meningkatnya angka Golput mengindikasikan ketidakpercayaan masyarakat terhadap sistem yang telah dan sedang dibangun oleh para legislatif yang merupakan para wakil dari PKS, PAN, GOLKAR, PDIP, PKB, PPP, PBB, dan partai kecil lainya.
4. Meningkatnya GOLPUT menunjukan ketidak butuhan rakyat akan lembaga eksekutif yang senantiasa menampakkan jiwa rakus, korup, dan menjual negara ini pada asing, sehingga rakyat menjadi melarat.
so…..itulah wajah negaraku yang sedang berdemokrasi!
10 PEKERJAAN YANG DIINGINKAN WANITA
April 22, 2008
trofiles 10 tadi malam, menyajikan 10 pekerjaan yang diinginkan wanita yang diurutkan dari no 1 sampai 10, berdasarkan telepotting metro TV. Ke sepuluh urautan tersebut adalah:
1. Wiraswasta
2. Guru
3. Dokter
4. Sekretaris
5. Ibu rumah tangga
6. Pramugari
7. Pegawai Negeri Sipil
8. Desainer
9. Entertaiment/artis
10. Jurnalis
Yang perlu mendapat sorotan adalah urutan nomor satu dan lima. Nomor lima pada awalnya adalah posisi yang mendapat cibiran dari banyak para feminis. Para feminis menganggap posisi ibu rumah tangga sebagai unproductive woman. is that true? Let’s see:
“Siapapun mengenal Jepang dan budaya masyarakat Jepang yang rajin dan ulet. Pertanyaannya darimana watak tersebut tercipta? ternyata dari ibunya. Bahkan Tony Dickensheets dari Charlotteville, Virginia berdasarkan pengamatannya menyimpulkan unsur kunci dari economic miracle Negeri Sakura ini adalah peran kyoiku mama atau education mama. Dalam kyoiku mama, ketika para suami bekerja, para isteri bertanggung jawab atas pendidikan anak-anak. Ibu lah yang kemudian bertanggung jawab menghantarkan anak-anaknya memasuki sekolah-sekolah bermutu. Orang Jepang pun sangat percaya, seorang ibu seharusnya berpendidikan baik dan berpengetahuan cukup untuk bisa memenuhi tugasnya mendidik anak-anaknya”
Fenomena menarik kedua dari metro10 tersebut adalah wiraswasta sebagai pekerjaan yang diminati. Jika laki-laki menginginkan wiraswata dalam bentuk perusahaan, maka para perempuan menginginkan wiraswasta dalam bentuk home industri, tujuannya agar mereka dekat dengan rumah dan anak-anak. Ini berarti ibu berada di rumah, saat anak-anaknya pulang sekolah, dan ibu pun masih punya kesempatan membantu menyelesaikan dan menguasi PR dan atau menemani mengikuti pelajaran privat demi penyempurnaan pendidikannya.
HASIL SURVEI INI JUGA MENUNJUKKAN BAHWA GAUNG FEMINISME YANG BERMAKSUD MENARIK IBU DARI KEHIDUPAN RUMAH TANGGANYA DAN IBU DARI ANAK-ANAKNYA, SUDAH TIDAK DIMINATI LAKI OLEH PEREMPUAN INDONESIA. Pada akhirnya aktifis feminisme (atau lebih populer dengan aktifis perempuan) harus mengakui bahwa, “apapun yang dipilih perempuan adalah baik asal pilihan itu lahir dari hatinya bukan paksaan”. So…saya menghimbau marilah kita gunakan hati kita untuk memilih menjadi IBU YANG ARIF…karena ketahanan keluarga bermula dari ibu, dan ketahanan negara pun bermula dari wanita. SELAMAT HARI KARTINI DAN SELAMAT KEMBALI PADA FITRAH WANITA SEBAGAI UMMU WA ROBATUL BAIT (IBU DAN MANAJER RUMAH TANGGA)
KONDOMISASI ALA JULIA PEREZ
April 20, 2008
“KONDOM DI KASET DAN CD (COMPACT DISK) JULIA PEREZ” membuat Mutia Hatta gerah…bagaimana tidak, judul albumnya “menjurus”, dengan syair sedikit ngeres, membuat Bu Menteri dan mungkin juga semua orang awam berpresepsi bahwa album ini mempunyai misi “AYO BERGAUL SECARA BEBAS!”. Tetapi dengan santai Julia membantah bahwa kondomisasi di albumnya adalah bentuk keperdulian UNTUK MENCEGAH penyakit AIDS yang semakin meningkat, dan juga menyukseskan program KB pemerintah.
BETULKAH KONDOMISASI BISA MENCEGAH ORANG TERTULAR AIDS? Baca entri selengkapnya »