Feeds:
Pos
Komentar

Archive for the ‘Depag’ Category

Read Full Post »

Saya bangga pada kalian! Telah bekerja keras untuk menyajikan presentasi terbaik! Berikut ini adalah karya mahasiswa yang sudah di upload di YOUTUBE.  Kira-kira video jagoan kamu mana ya? Ayo, like videonya! #yg paling banyak dilike yang paling, ok!#

Read Full Post »

Welcome bloggers!

Berikut ini adalah mahasiswa/i yang telah berhasil membuat weblog. Tugas selanjutnya untuk mendapatkan nilai UAS adalah mengunggah ke weblog anda tugas Pembuatan Buku dan Tugas Multimedia interaktif.  Cara mengunggahnya adalah sebagai berikut:

  1. Buatlah dalam satu halaman [satu kali posting] yang terdiri dari (1) SINOPSIS [Isi singkat tugas anda sesuai dengan materi yang anda kerjakan, (2) buku yang anda buat [bisa lihat contoh punya Dita yang disisipkan dalam blog dengan menggunakan fasilitas slideshare.net], (3) Multimedia interaktif yang disisipkan ke dalam postingan seperti punya Epi.
  2. Postingan seperti halaman satu diberi judul “Tugas UAS MEDTEK UIN Jakarta TA 2014/2015
  3. Posting dibuat dari tanggal 5-8 Januari 2015.  Posting melebih tanggal 8 akan dikurangi -2 per hari.
  4. INGAT ya buatlah postingan dalam satu halaman.
  5. Buatlah blogmu seindah mungkin: berikut ini weblog yang saya buat yang bisa menjadi inspirasi bagi anda: BLOG SEKOLAH HIKARI, BLOG CURHATAN BU YANTI, BLOG MIKROBIOLOGI

 

No Kelas 3A Kelas 3B Gak ada keterangan kelas
1  Laelatul Mahmudah Putri Rahayu Sekarini Athiyyah Mawardah
2  Nurhasanah Ghina Rohmatulloh Firda Madaniah
3 amanda ramadhani Khairotun Nihlah Nining Khoirunnisa 
4 Nadya Zein Ahmad Raihan
5 Faridlotur Rifqiyah mazidah qurrotu aini Suadah Dzikriyah
6  Edo Aruji Audina Lyadi endah safitri
7  Martha Alfiani Festi okayasari
8 Yolanda Mustika Farrisa Haura
9 Epi wahyuningsih [Ini contoh bagus dari Epi, yang lain bisa meniru nih, menggunakan Slideshare.net untuk menampilkan multimedia interaktifmu di weblog mu!] heti pratiwi
10 Nurul Hikmahwati FITRI RIZKIYAH
11 Dita Ayu Wulandari [buku Dita ditampilkan lewat slideshare.net juga.  Ini contoh yang bagus bagi yang lain.  Yg lain bisa niru Dita] Windy Dwi Jayanti 
12 Sa’datul Ummah Dian Rahmawati
13 CHUSNA NOVELA  Fithry Auliya
14 Nihayatu Thoyyibah Ayu Halim Maharani
15 Nila Zuqistya Santi Berlina
16 Nabila Al Adawiyah Euis Kurnianingsih
17 Ratih Aulia  Anna Syafrotul Karomah
18 Siti Maiyatul M indah chairunnisa
19 Abdan Albirron Amalia Ulfa
20 Baskoro Adhiguna Evin Kustantia
21 Luthfi Adzkia  Khalifatisifa Ramadhani
22 Riski Amalia Linda jaliyah
23 Nuraida Achsani Israni Dewi Pratiwi
24 Yani Sutriyani Delsa Ade Putri
25 Syahrul Mubarok Hani Ekatayu Bachri
26 Maulana Sidik
27 Mauliza Ahmad
28 Nurul Hikmahwati
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40

Read Full Post »

Wawancara Siswa SMA tentang:

  1. Apakah mereka masih minum susu? Kapan minum susunya dilakukan?
  2. Apakah mereka sarapan di pagi hari? Apa yang biasa mereka makan?
  3. Seberapa sering mereka makan makanan cepat saji? (misalnya fried chicken dan burger)
  4. Seberapa sering mereka minum minuman berkarbornat? (misalnya coc* c*la, Pe*si, dll)
  5. Gali apa yang mereka ketahui tentang karbohidrat, protein, vitamin, mineral, lemak, dan serat!

 

Hasil wawancara dibuat dalam bentuk laporan sebagai berikut

No Nama Responden Usia Jenis Kelamin Jawaban pertanyaan no
1 2 3 4 5
1                
2                
3                
4                
5                

Read Full Post »

Pada tanggal 12 September, perkuliahan Media dan Teknologi pembelajaran dilakukan dengan cara diskusi interaktif melalui media sosial “facebook” yaitu GRUP MEDTEK 2013

Refleksi dari perkuliahan bisa di baca di kultwit berikut: (DAPAT JUGA DIBACA DI http://chirpstory.com/li/157879)

 

  • 00. Ok! Kita bahas diskusi online tadi malam ya!
  • 01. Media secara bahasa diartikan sbg perantara, wasilah, atau penghubung #LecTweet
  • 02. Kemarin we diskus ttg analogi media pd gb 1.1 “toren-guru, selang-media, ember-siswa” | pertanyaanya “selang hrs selalu ada? #LecTweet
  • 03. Opini kalian beragam | bisa aja si selang gak ada tapi apa akibatnya? | air ada yg terbuang “tdk 100% masuk ember”
  • 04. Apalagi jk posisi ember tdk tepat yg terbuang lbh banyak | tanpa selang penuhnya air diember pun lambat #LecTweet
  • 05. Dari analogi toren-selang-ember, kita simpulkan bahwa media mengoptimalkan pencapaian penyerapan informasi dari guru ke siswa #LecTweet
  • 06. Media beda dengan alat/fasilitas/sarana /tools! Ingat analogi “selang (alat saja), selang jadi media ketika diisi air” #LecTweet
  • 07. Pd pembelajaran di kelas guru berkomunikasi dg siswa, yg disampaikan guru ke siswa adalah pesan lihat gb. 1.3! #LecTweet
  • 08. dari analogi “toren-selang-ember” yg disampaikan air, medianya selang. Di kelas air=pesan. Guru sampaikan “pesan” ke siswa #LecTweet
  • 09. Ok! Guru bisa sampaikan pesan tanpa media, seperti air bisa sampai tanpa selang | cuma akibatnya bisa dilihat gambar 1.5 #LecTweet
  • 10. Guru sampaikan A | penerimaan di siswa ada yg pas, ada yg ngaco dan ada yg ngerti | why? Krn pengalaman setiap siswa gak sama #LecTweet
  • 11. Ingat gambar platipus di kelas? Begitulah gambaran nya! Pengalaman setiap org gak sama | media menyamakan persepsi pelajar #LecTweet
  • 12. Jadi media pembelajaran adalah “sarana/alat yg digunakan untuk menyampaikan pesan”. Disebut media krn berisi pesan/informasi #LecTweet
  • 12. Papan tulis hanya alat aja | klu diisi informasi jadi media | LCD alat, jadi media jika mengandung pesan, is it clear? #LecTweet
  • 14. Hanya saja proses dan hasil belajar tdk hanya dipengaruhi oleh media, ada byk faktor lihat gb 2.3. Media letaknya dimana? #LecTweet
  • 15. Right di Instrumen! But wrong dimasukan ke fasilitas. Krn media berarti alat/sarana berisi pesan, pesan apa? Ada di kurikulum #LecTweet
  • 16. Pada pembelajaran biologi, apa fungsi media? Pd buku Munadi ada 8 fungsi media lihat hlm 37-48. Baca dan pahami! #LecTweet
  • 17. Kalian bisa buat piramida/kerucut fungsi media pada pembelajaran biologi! Pikirkan bgmn bentuknya! TUGAS #LecTweet
  • 18. Dari kerucut Bruner dan Dale, kita paham mkn banyak indera terlibat dlm pahami materi akan makin konkrit dan mudah dipahami. #LecTweet
  • 19. Kerucut brunner dan dale harus kita ingat2 klu mau buat media pembelajaran! Lalu bentuk/morfologi medianya spt apa? #LecTweet
  • 20. Lihat taksonomi media! Dari sana kita bisa tahu, morfologi media sesuaikan dg tujuan pembelajaran! #LecTweet
  • Demikianlah 20 tweets lihat #LecTweet semoga bermanfaat @dwii_santi dan @EndahSari_N silahkan di RT.

Read Full Post »

Seringkali mahasiswa bingung, apa nama metode pengambilan sampel yang ia lakukan dengan penelitian yang ia lakukan.  Berikut ini saya kutip tulisan dari Tulisan:  Mantra, I.B. & Kasto.  1989.  Penentuan Sampel. Metode Penelitian Survey.  Singarimbun, M. [Editor].  Jakarta: LP3ES.  Sebuah buku cukup lama, yang saya pelajari ketika S1 [dulu], mengambil mata kuliah pilihan di jurusan lain “Penelitian Sosial” di Jurusan Sosek, Fakultas Pertanian. IPB.  Sungguh ga sia-sia milih mata kuliah ini, ditengah-tengah ketergiuran untuk memilih mata kuliah Hortikultura dari jurusan Budidaya Pertanian, pada saat itu.  Walaupun agak membosankan kuliahnya [waktu itu], tapi dengan mengambil mata kuliah ini, wawasan penelitian saya menjadi luas, tidak sekedar paham penelitian laboraturium saja.    Pada bagian akhir tulisan ini, saya akan coba aplikasikan dalam penelitian pendidikan.

Menurut Mantra, I.B. & Kasto (1989: 155), ada dua macam metode pengambilan sampel, yaitu:

1. Pengambilan sampel secara acak (Random), disebut juga random sampling [Inggeris]  atau probability sampling [Amerika].

2. Pengambilan sampel secara tidak acak, yaitu sampel dipilih dengan pertimbangan tertentu, yaitu berdasarkan tujuan penelitian.  Contohnya adalah purposive sampling dan quota sampling.

(lebih…)

Read Full Post »

PAIKEM, merupakan salah satu bentuk sederhana, praktis dan praktik, sebagai ejawantah dari PP Nomor 19/2005 “pembelajaran dilaksanakan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik”.   Pada pelaksanaannya di lapangan tidak mudah melaksanakan PAIKEM ini, beberapa faktor yang menyebabkan PAIKEM menjadi sulit dan rumit untuk dilaksanakan adalah:

1. Miskonsepsi 1: PAIKEM dianggap sebagai lawan dari metode ceramah

Metode ceramah merupakan metode yang paling banyak digunakan guru dalam menyampaikan materi.  Terdapat kesalahan konsepsi, bahwa “metode ceramah merupakan metode yang jelek dan harus dihindari guru dalam pengajarannya di kelas“.  Tentu saja, ini salah besar, karena tanpa ceramah dari pengajar proses pembelajaran tidak akan belajar.  Konsep yang benar bukan menghindari ceramah tetapi bagaimana mengubah praktek dari sekedar transfer pengetahuan menjadi kontruksi pengetahuan, dari “berpusat pada guru menjadi berpusat pada siswa”  dari “guru aktif berbicara menjadi guru sabar menunggu siswa bicara”  dan percaya atau tidak…semua semua praktek itu bisa dilakukan dengan metode ceramah.

2.  Miskonsepsi 2: PAIKEM adalah aktifitas fisik dan motorik

Ada anggapan, makin ribut sebuah kelas menunjukkan aktifitas PAIKEM makin baik.  Tentu saja ini salah besar, karena esensi dari PAIKEM adalah

bagaimana mengaktifkan kognitif/mental siswa untuk berpikir, ketika mereka berpikir/memecahkan masalah, guru menggunakan semua ranah siswa (kognitif, afektif, psikomeotorik) dan melibatkan semua gaya belajar siswa (audio-visual-kinestetik) secara proposional, serta mengkonstruksinya secara sosial“,

jadi aktifitas “berfikir” menjadi pokok dan titik tekan dalam PAIKEM.  PAIKEM juga bukan asal siswa senang [Joyfull], tetapi bagaimana aktifitas berpikir itu diberikan dalam suasana menyenangkan, bebas dari tekanan yang bersifat drilling.

3.  Teknis 1: Kurang contoh dalam pelatihan guru

Banyak pelatih para guru adalah dosen atau widyaswara yang tidak beranjak dari praktis.  Sehingga yang diberikan oleh para pelatih ini bersifat konseptual, teoritis, dan miskin ‘contoh’.  Tidak jarang pelatihan hanya memberikan sederet ‘teori’ saja, dan para peserta pelatihan pun enggan meminta “simulasi” dari para pelatihnya.  Simulasi dalam pelatihan menjadi sangat penting, karena apa yang disimulasikan dapat menjadi ‘role model’ bagi para guru.

4. Teknis 4: Motivasi intern para guru

Motivasi intern menjadi faktor yang paling dominan yang membuat PAIKEM tampak menjadi sulit, rumit, dan imposibble  diterapkan.  Guru harus keluar dari belenggu  ‘takut salah, sehingga takut mencoba’  …  dari jeruji ‘merasa cukup, sehingga enggan berinovasi‘   … dari sel ‘bekerja sebagai guru, sehingga mengajar sekedarnya‘ ……….. guru harus mampu menjadi sosok  ‘pemberani dan tidak takut salah, pembelajar sepanjang hayat, dan pemberi inspirasi bagi siswa

5.  …………………. [opini anda???]

Berikut ini adalah bahan pelatihan PAIKEM yang diberikan pada PLPG, bahannya mungkin sama saja dengan bahan2 standar yang biasa diberikan pada pelatihan PAIKEM oleh Kemendiknas dan Kemenag, yang lebih penting sebenarnya adalah “KEBERANIAN MENCOBA TEKNIK2 PAIKEM DI KELAS, DAN JANGAN PERNAH TAKUT SALAH UNTUK IMPROVISASI, TIDAK PERLU TERLALU PERSIS LANGKAH2 PEMBELAJARANNYA, improvisasi diperlukan agar inovatif-nya muncul.  Silahkan unduh bahannya di bawah ini, dan silahkan mencoba:

PAKET PAIKEM BAGI PESERTA PELATIHAN <————– [KLIK JIKA AKAN MENGUNDUHNYA]

Read Full Post »

Older Posts »